Ingat 4 amalan: Fikir, Dzikir, Syukur dan Sabar

Masjid Trangkil Temboro

Para Santri dan Para Tamu sedang Mengikuti Program Halaqoh Tajwid Untuk Membetulkan Bacaan Quran Mereka

Di Salah Satu Muhallah Temboro

Musyawarah Para Ulama Di Salah Satu Muhallah di Temboro Dalam Rangka Memikirkan Dakwah Di Seluruh ALam

Romo Kyai Uzairon Rahimahullah Di Dalem

Kyai Haji Uzairon Thoifur Abdillah Sedang Menerima Kunjungan Kyai Haji Muhammad Arifin Ilham dan Beberapa Ulama Lain

Pondok Temboro Karas Magetan

Foto Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro Karas Magetan yang diambil dari ketinggian

Makan Berjamaah di Temboro

beberapa Ulama Sedang Menikmati Jamuan Makan Berjamaah Sesuai Sunnah Baginda Nabi SAW

Showing posts with label politik. Show all posts
Showing posts with label politik. Show all posts

Sunday, 9 April 2017

KLAIM




Oleh : Dr Syamsuddin Arif
Sekitar penghujung tahun 2010, seorang wanita Spanyol bernama Angeles Duran (49 tahun) mengklaim dirinya sebagai pemilik sah matahari. Perempuan nekat itu bahkan mendaftarkan kepemilikannya atas matahari ke kantor notaris.
Meskipun ada sebuah kesepakatan internasional yang menyatakan bahwa tidak ada negara dapat mengajukan klaim kepemilikan terhadap sebuah planet atau bintang. Tapi, Duran berdalih, tak ada larangan bagi individu mengajukan klaim.
"Tak ada larangan untuk itu. Klaimku didukung hukum. Aku tidak bodoh, aku tahu hukum."
"Aku, juga orang lain bisa mengajukan klaim. Dalam hal ini, kebetulan aku melakukannya lebih dulu," tambah dia.
Dokumen yang dikeluarkan oleh notaris menyatakan, Duran adalah 'pemilik'  Matahari, bintang tipe spektral G2 yang berlokasi di pusat tata surya -- yang berjarak  149.600.000 kilometer dari Bumi.
Dengan bersenjatakan akta notaris, Duran yang tinggal di Salvaterra do Mino mengatakan ia akan meminta bayaran pada siapapun yang menggunakan Matahari. Uang yang ia dapatkan akan diberikan separuhnya pada pemerintah Spanyol -- 20 persennya untuk dana pensiun.
Selain itu, ia juga berniat memberikan 10 persen lainnya untuk penelitian,10 persen untuk mengurangi bencana kelaparan dunia, dan sisanya, juga 10 persen untuk dirinya sendiri.
***
Anda mungkin merasa lucu mengetahui ada orang mengklaim memiliki matahari. Silakan tertawa. Tapi tahukah Anda, bahwa di dunia ini ada klaim-klaim lain yang tidak kalah lucunya?
Berikut di antaranya:
Ada sebagian orang mengklaim diri sebagai pemilik tunggal atas kebenaran. Mendaulat diri dan kelompoknya sebagai yang bermanhaj paling kokoh, sementara kelompok lain disebut goyah manhajnya. Hanya merekalah kelompok paling dekat dengan sunnah. Ustadz sunnah, kajian sunnah, dakwah sunnah, radio sunnah, manhaj sunnah; seluruhnya milik mereka. Di luar itu adalah ghairu sunnah.
Mereka mengaku memegang bendera jarh wa ta’dil abad ini, sehingga berhak memberi stempel bahwa ustadz ini termasuk sunnah sedangkan ustadz itu bukan sunnah. Merekalah satu-satunya pewaris manhaj salaf paling murni dua puluh empat karat.
Amal-amal yang benar hanyalah yang dilakukan kelompok mereka. Sedangkan kelompok lain tertolak. Jika kelompok di luar mereka menjalin persatuan, maka menurut mereka itu seumpama persatuan kebun binatang. Persatuan hakiki versi mereka ialah apabila seluruh umat berpikiran, berkata, dan berbuat sama dengan mereka.
Konsep ahlussunnah wal jamaah yang sedemikian luas tetiba diklaim sebagai milik satu kelompok saja.
***
Silakan tertawa. Masih ada yang lebih lucu lagi.
Ada sebagian orang merasa diri sebagai nasionalis sejati. Mengaku paling NKRI. Ke mana-mana menggotong slogan NKRI harga mati. Bagi sesiapa berseberangan dengan mereka, dipersilakan untuk angkat kaki. Pergi ke Arab. Mengkritik pemimpin mereka sama artinya dengan makar. Memberontak terhadap negara.
Cuma mereka yang berhak menentukan  mana kelompok sumbu pendek, mana sumbu panjang. Mana berita hoax, mana fakta. Mana acara yang boleh tayang, mana yang tidak. Siapa yang boleh bicara, siapa yang harus bungkam.
Mereka satu-satunya pemilik slogan kebhinekaan. Barangsiapa tak sependapat, dicaplah sebagai kaum intoleran. Tafsir atas Pancasila, toleransi, dan bhinneka tunggal ika yang sahih mesti berasal dari mereka. Maka lalu muncullah ungkapan-ungkapan: Indonesia Adalah Kita. Kita Indonesia.
Yang lain minggat sana.
Anda tertawa? Semoga iya.
***

Thursday, 30 March 2017

LEPAS DARI TUAN MENEER MASUK KE PANGKUAN CUKONG



Tahukah Anda kapan bermulanya penjajahan Belanda di Indonesia? Bukanlah  bermula dari invasi militer Belanda ke Nusantara! Tapi bermula dari sebuah  kantor dagang VOC Nederland, yang bertengger di  Batavia (sekarang Museum Fatahillah), pada tahun 1619.
Perusahaan  ini menguasai perdagangan rempah-rempah dan memasarkannya ke seluruh dunia. Menjalankan usaha dagang, kontrak ekonomi dengan pribumi, meluas ke lobi politik, kolaborasi dengan pejabat-pejabat kerajaan Mataram, lalu menjadi penentu kekuatan politik dan kekuasaan, mengangkat raja-raja boneka, sampai akhirnya Mataram bubar dan VOC menguasai teritori,  semula hanya Batavia lalu seluruh Nusantara.
*Dari kekuatan ekonomi menguasai pemerintahan!*
Tahukah anda, tahun 1900, hanya dengan 16 ribu orang Belanda (0.04%) mampu menguasai 35 juta pribumi alias Inlander. Tahukah anda, tahun 1930 (census of the Dutch East Indies), dengan hanya 240 ribu Belanda (0.4%), mereka menguasai 60 juta penduduk pribumi.  Kasta Inlader berada diperingkat terbawah, di bawah kasta Eropah dan kasta Timur Asing (Cina). Inlander hanya sebagai petani, nelayan, buruh, kuli kebon, pelayan di rumah Meneer dan priyayi Jawa, menjadi mesin produksi, menjadi kawula alit.
*Mengapa dengan sejumput orang, hanya 0.04% Belanda mampu menguasai mayoritas?*
Meneer cukup  menguasai Gubernur Jenderal, Residen, Controller. Selebihnya Bupati, Patih, Wedana, diangkat dari pribumi, kelas priyayi yang tak lain adalah boneka dan eksekutor kebijakan Meneer. Para priyayi ini tak lebih dari anjing lokal peliharaan Meneer yang memakan tulang-tulang pribumi, dagingnya diberikan ke Meneer Belanda.!!
Belanda tentu saja juga  menguasai hajat hidup  ekonomi pribumi Inlander. Meneer  bekerjasama dengan etnik Cina untuk menggerakan ekonomi di Hindia-Belanda. Etnik Cina diberi kesempatan untuk menguasai bisnis eceran, pertokoan, menjadi dokter, akuntan, guru dan menjadi kolektor pajak dari pemerintah Belanda. Juga secara hukum mendapat  perlakuan tersendiri urusan pidana dan perdata, lebih tinggi dari pribumi.
*Di tahun 1930, etnis Cina sudah menguasai ekonomi kelas  menengah, di atas pedagang kecil pribumi. Di atasnya adalah pengusaha monopoli Belanda yang menguasai industri dan perkebunan gula, rempah-rempah, teh, coklat, tembakau, kopi, karet.*
Pada era kemerdekaan, pengusaha Belanda meninggalkan Indonesia. Kekosongan usaha ini diambil alih oleh pengusaha etnik Cina yang notabene sudah lebih siap. Jadilah mereka naik menjadi pengusaha besar.
Meskipun dijajah secara politik dan ekonomi, dibutuhkan ratusan tahun munculnya kesadaran para pribumi, bahwa mereka terjajah, bahwa mereka harus merebut hak-hak politiknya, bahwa mereka harus merebut Indonesia yang merdeka. Muncullah pergerakan masa nasional bermotif kemerdekaan politik dan kekuatan ekonomi pribumi : Budi Utomo, Sarekat Dagang Islam, Sarekat Islam, Indische Partij (IP), PNI.
*Kini Indonesia telah merdeka secara politik. Tapi sadarkah kalian  wahai PRIBUMI bahwa Anda belum merdeka secara politik apalagi secara ekonomi?*
*Tahukah Anda, etnik Cina di Indonesia adalah 5% atau lebih 12 juta jiwa (sensus  2014). Angka ini meningkat pesat dibandingkan sensus tahun 1930 yaitu hanya 2%, pada jaman kolonial. Tahukah anda dengan hanya 0.04% Belanda bisa menguasai 97.4% pribumi? Tahukah anda kini dengan 5% etnis Cina, tentu lebih dari cukup untuk menguasai segala-galanya.!! Segala-galanya tak hanya menguasai ekonomi tapi juga politik dan pemerintahan.!!*
Bahkan Liu Yandong, Wakil Perdana Menteri Cina, Rabu 27 Mei 2015, berdiri di depan podium di Auditorium FISIP UI, Depok, dalam  pidatonya Liu berani menyatakan akan mengirim 10 juta warganya ke Indonesia untuk menjadi tenaga kerja. Tidak sulit bagi etnik Cina mencari kerja di Indonesia, bukankah sebagian besar lapangan kerja dikuasai mereka?
Sadarkah Anda wahai kalian pribumi, etnik Cina telah menguasai 80% ekonomi nasional,  pemilik 75 % dari perusahaan yang terdaftar di Jakarta Stock Exchange. Majalah Forbes Desember 2015  melansir daftar orang  terkaya di Indonesia, 8 dari 10 konglomerat terkaya di Indonesia dan 90% dari 50 orang terkaya di Indonesia adalah etnik Cina. Total kekayaan mereka seluruhnya  mencapai US$ 92 miliar atau setara Rp 1.264 triliun (kurs US$13.759 per dolar). Setara dengan 65% APBN Indonesia !
Maka keuangan mereka sangat mampu untuk menguasai negara.
Sadarkah Anda wahai pribumi, etnik Cina  menguasai 87% lahan di Jakarta (M.S. Kaban, eks Menteri Kehutanan). Etnik Cina menguasai 74% tanah di Indonesia (real estate, property, mall, pertambangan, perkebunan sawit, HPH)  (Prof. Yusril Ihza Mahendra).
Ada 29 Taipan yang  menguasai 50% perkebunan sawit di Indonesia, seluas 5,1 juta ha, setara setengah  pulau Jawa (Tempo, 13 Februari 2015).
Sadarkah Anda wahai pribumi :  bank-bank swasta besar adalah milik etnik Cina : BCA, Danamon, Panin, Mega, CIMB Niaga, Commonwealth, Sinar Mas, UOB Buana, OCBC NISP, dll. Pribumi menabung di sana, pengusaha etnis Cina mengemplang untuk usahanya!!  Sadarkah Anda wahai pribumi :  80% perusahaan farmasi dan sebagian besar RS besar swasta dimiliki etnik Cina.
*Sebagaimana strategi VOC, kini etnik Cina masuk mencengkram  jabatan politis di pemerintahan.*
Sebagian besar pengusaha Cina berkolaborasi untuk mendudukan pribumi menjadi Gubernur dan Bupati. Karena mustahil bisa memenangkan pilkada tanpa sokongan dana yang besar.
Dengan demikian etnik Cina bisa memelihara “anjing-anjing lokal” yang melayani keinginan ekonomi dan politik majikan. Bahkan beberapa etnik Cina sudah menduduki posisi Bupati, Walikota, Menteri, Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres), Ketua Tim Ahli Wakil Presiden JK.
Sadarkah Anda wahai pribumi :  kekuatan Cina  mendorong agar tokoh mereka (Ahok) menjadi Gubernur DKI Jakarta. Skenario ‘cukong’  bertujuan agar ibu kota negara yang menjadi ibukota dan pusat ekonomi, jatuh ke tangan orang-orang Cina.
Secara faktual etnis Cina tidak hanya  melakukan penjajahan ekonomi bangsa Indonesia, tapi sudah mulai menguasai pemerintahan. Kaum pribumi hanyalah menjadi  “kuli dan jongos” di negerinya sendiri, menggadaikan harta dan hajat hidupnya kepada penjajah baru, majikan baru, kolonial baru : *Cukong dan Taci*.
*Lepas dari rumah Meneer masuk ke pangkuan Cukong.!!*
Cina menguasai Indonesia, kolonialis baru bercokol. Tapi apakah dibutuhkan ratusan tahun pula untuk menyadarkan pribumi bahwa mereka terjajah secara ekonomi dan politik?? Wahai kaum bumiputra bangkitlah !!
*Semoga tulisan ini menyadarkan kita bersama. Sebagai intelektual pewaris Budi Utomo dan semangat Sumpah Pemuda seharusnya tersentuh memikirkan nasib bangsa dan anak cucu kita kelak.

Saturday, 4 February 2017

AHOK KENA BATUNYA

Berita terkini.....
Banyak para pengamat memperkirakan bahwa lonceng kematian bagi Ahok sudah berbunyi.
*Apalagi setelah menyerang KH. Maruf Amin, Ahok bukan saja banyak kehilangan dukungan dari banyak simpatisan muslim basis NU, bahkan tokoh-tokoh Islam liberal seperti Said Agil Siradj dan Ulil Abshar Abdala juga menarik dukungan secara terbuka.*
*Bahkan pendukung Jokowi melalui twitternya telah menulis sebuah kalimat: _"Selamat tinggal Ahok. You are Nothing, but a loser."_*
Kalimat diatas mengindikasikan bahwa para pendukung sulit mengharapkan Ahok bisa diterima di kalangan sosial Jakarta, bahkan Indonesia, sekiranya pun ia memenangkan Pilkada.
Apalagi persidangan yang telah berjalan belum menampakkan arah kemenangan bagi Ahok dan tim kuasanya.
Terlebih, serangan Ahok dan tim pendukungnya pada persidangan ke-8, benar-benar menjadi blunder maut yang mematikan.
Selain akan ada kasus penyadapan yang terkait pencatutan nama SBY yang akan memicu polemik baru, simpatik yang terus berdatangan mendukung KH. Maruf Amin dari berbagai pihak tamparan keras bagi Ahok yang sangat-sangat tak terduga.
Pasalnya mereka menduga dengan menyudutkan KH. Maruf Amin memiliki hubungan politis dengan SBY akan membuat MUI bungkam dan jelas terang Ahok berada diatas angin memenangkan pertarungan. Bukti rekaman via telpon telah mereka miliki dan gilirannya satu persatu akan Ahok permalukan.
Namun seperti menantang badai puting beliung, sikap Ahok dan pengacaranya malah mendapatkan kecaman keras dari berbagai pihak.
Ahok tidak mengira bahwa posisi dan pengaruh KH. Maruf Amin sangat penting dan jauh lebih berpengaruh dari Said Agil Siradj yang selama ini telah mendukungnya.
Bak memakan buah simalakama Ahok harus menelan buah pahit yang jika dimakan mati ayah, tidak dimakan mati ibu. Ahok didesak oleh Said Agil Siradj sendiri harus meminta maaf langsung KH. Maruf Amin terkait sikap arogansi dan ketidaksopanannya itu.
Secara arogansi Ahok memang merasa tidak pernah bersalah. Dan dia merasa sangat wajar menyerang balik keras orang yang selama ini dikiranya telah berada dibalik fatwa MUI yang membuatnya menjadi pesakitan di kursi hijau.
Namun, tanpa meminta maaf, posisi Ahok makin tersudutkan dan tidak lagi memiliki dukungan moril dari golongan Islam netral yang dianggapnya masih tetap mendukungnya. Ahok juga khawatir akan sangat merugikan perolehan suaranya dari kalangan umat Islam.
Sebaliknya jika Ahok meminta maaf secara tulus, maka jelas di depan hukum Ahok telah mengakui dirinya yang bersalah dan KH Maruf Amin yang mewakili MUI adalah pihak yang telah melakukan sikap yang benar.
Dengan kata lain, Ahok menerima kesaksian MUI dan saksi pelapor akan dianggap sah telah bersaksi dengan benar.
Hitung-hitungan matematikanya, Ahok telah kalah oleh beberapa orang saksi pelapor seperti, Bun Yani Munarman, Novel Bamukmin, dan saksi pelapor lainnya yang membuat Ahok benar-benar diposisi bersalah. Ditambah lagi kesaksian KH. Ma'ruf Amin.
Sedangkan saksi pembela Ahok yang dihadirkan hanya beberapa orang, seperti pegawai Pemda yang mengamera saat Ahok pidato di Kepulauan Seribu tidak jelas memberikan kesaksian, sama halnya polisi yang menerima laporan kesaksian pelapor dan warga di kepulauan seribu juga tidak dapat bersaksi dengan kesaksian yang meyakinkan.
Ditambah lagi, hal yang membuat Ahok dan tim kuasanya geram, lantaran pada persidangan lanjutan ke 9, saksi ahli yang ditunjuk oleh MUI adalah musuh bebuyutan Ahok, yaitu yang mulia al-Habib Rizieq, seorang macan panggung yang akan mencecar semua kesalahan Ahok sampai ke akar-akarnya.
Kita lihat saja babakan terakhir kasus Ahok yang menegangkan ini. Apakah akhir palu hakim seperti halnya kasus Mirna?
Jika ternyata Ahok dinyatakan tidak bersalah, maka dipastikan akan ada Badai Katrina yang akan menggoncang kesatuan bangsa ini.
Copyright (c) 2016 Jhon Lennon Allright Reserved. Powered by Blogger.

Kirim Saya Email

Name

Email *

Message *